TechnoPedia: Cloud Computing

September 28, 2023

Definisi komputasi awan

Komputasi awan (cloud computing) adalah model untuk memberikan layanan teknologi informasi di mana sumber daya diperoleh dari internet melalui alat dan aplikasi berbasis web. Komputasi awan melibatkan penggunaan server jarak jauh yang diakses melalui internet untuk menyimpan, mengelola, dan memproses data, bukan server lokal atau komputer pribadi. Hal ini memungkinkan adanya skalabilitas, fleksibilitas, dan efektivitas biaya yang lebih besar. Layanan yang ditawarkan oleh penyedia cloud meliputi infrastruktur sebagai layanan (IaaS), platform sebagai layanan (PaaS), dan perangkat lunak sebagai layanan (SaaS).

Ada beberapa situasi yang tepat untuk menggunakan cloud computing, termasuk:

  1. Saat organisasi perlu meningkatkan sumber daya TI dengan cepat: Cloud computing memungkinkan organisasi untuk dengan mudah meningkatkan atau menurunkan sumber daya TI mereka sesuai kebutuhan, tanpa perlu biaya yang mahal dan memakan waktu yang lama.
  2. Saat organisasi perlu mengakses sumber daya TI dari berbagai lokasi: Komputasi awan memungkinkan organisasi mengakses sumber daya TI mereka dari mana saja, kapan saja, menggunakan perangkat apa pun dengan koneksi internet.
  3. Saat organisasi perlu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan tim, mitra, dan pelanggan: Cloud computing memungkinkan kolaborasi dan komunikasi antar tim, serta dengan mitra dan pelanggan eksternal, melalui penggunaan aplikasi dan data bersama (shared).
  4. Saat organisasi perlu mengurangi biaya TI: organisasi tidak perlu berinvestasi dalam perangkat keras dan perangkat lunak yang mahal, serta biaya yang terkait dengan pemeliharaan dan peningkatan sistem tersebut.
  5. Saat organisasi harus mematuhi persyaratan peraturan: Penyedia cloud biasanya memiliki sistem keamanan yang kuat untuk melindungi data dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan industri.
  6. Saat organisasi perlu fokus pada bisnis inti: Cloud computing memungkinkan organisasi untuk melakukan outsourcing infrastruktur TI dan fokus pada aktivitas bisnis inti mereka.
  7. Saat organisasi membutuhkan solusi pemulihan bencana: Penyedia cloud sering kali menawarkan layanan pemulihan bencana (disaster recovery) yang memungkinkan organisasi memulihkan infrastruktur TI mereka dengan cepat jika terjadi gangguan atau gangguan lainnya.
  8. Saat organisasi perlu mengakses teknologi terbaru: Penyedia cloud terus memperbarui layanan mereka dan memperkenalkan fitur baru, yang memungkinkan organisasi memanfaatkan teknologi terbaru tanpa harus berinvestasi di dalamnya secara langsung.

Perlu diingat bahwa komputasi awan tidak selalu menjadi solusi terbaik untuk setiap organisasi dan perlu dilakukan evaluasi kebutuhan dan persyaratan khusus sebelum memutuskan untuk menggunakan komputasi awan.

Kelemahan dari komputasi awan

Di samping menawarkan banyak manfaat, terdapat beberapa kelemahan dari cloud computing, termasuk:

  1. Ketergantungan pada koneksi internet: Komputasi awan bergantung pada koneksi internet yang stabil untuk mengakses dan menggunakan sumber daya, yang dapat menimbulkan masalah di area dengan konektivitas yang buruk.
  2. Kontrol terbatas: Organisasi mungkin memiliki kontrol yang lebih sedikit pada sumber daya TI mereka saat di-hosting di cloud, karena dikelola oleh penyedia cloud.
  3. Masalah keamanan: Meskipun penyedia cloud memiliki sistem keamanan yang kuat, masih ada risiko pelanggaran data atau akses tidak sah ke informasi sensitif.
  4. Masalah kepatuhan: Industri tertentu tunduk pada peraturan yang ketat terkait penanganan data sensitif, dan organisasi mungkin perlu mengambil langkah tambahan untuk memastikan compliance saat menggunakan layanan cloud.
  5. Kustomisasi terbatas: Beberapa layanan cloud mungkin tidak sepenuhnya dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan khusus organisasi.
  6. Penguncian Vendor: Setelah organisasi berinvestasi besar-besaran dalam layanan penyedia cloud tertentu, akan sulit untuk beralih ke penyedia lain.
  7. Transparansi terbatas: Penyedia cloud mungkin tidak dapat memberikan informasi mendetail tentang infrastruktur dasar atau lokasi pusat data mereka.
  8. Aksesibilitas terbatas: Dalam beberapa kasus, organisasi mungkin tidak memiliki akses ke data mereka atau tidak dapat menggunakan aplikasi mereka jika penyedia cloud mengalami pemadaman atau gangguan layanan lainnya.

Jenis komputasi awan

Ada tiga jenis utama komputasi awan, masing-masing dengan karakteristik dan kasus penggunaannya sendiri:

  1. Infrastructure as a Service (IaaS): IaaS menyediakan infrastruktur (seperti server, penyimpanan, dan jaringan) yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi dan layanan. Klien dapat menggunakan infrastruktur ini untuk menghosting aplikasi dan layanan mereka sendiri.
  2. Platform as a Service (PaaS): PaaS menyediakan platform (seperti sistem operasi, database, dan middleware) yang diperlukan untuk mengembangkan, menjalankan, dan mengelola aplikasi mereka. Organisasi dapat menggunakan platform ini untuk mengembangkan dan menggunakan aplikasi mereka sendiri.
  3. Software as a Service (SaaS): SaaS memberi organisasi akses ke aplikasi dan layanan perangkat lunak yang dapat digunakan melalui internet. Aplikasi ini biasanya diakses melalui browser web dan dikelola oleh penyedia layanan.

Jenis lain dari komputasi awan disebut Hybrid Cloud yang memungkinkan organisasi untuk menjalankan beban komputasi di cloud publik dan privat secara bersamaan.

Arief Karfianto